Highly Recommended Commentaries

Highly Recommended Commentaries [HRC] adalah, komentar-komentar dari setiap anggota FDA, yang dianggap memiliki nilai argument yang tinggi dengan dasar yang kuat, yang dibuat berdasarkan suatu studi dan penelitian secara “exgesis” ataupun “critical studies” dari setiap topik yang di angkat.

HRC bertujuan untuk mengarahkan kepada pembelajaran yang lebih terarah dan lebih baik akan topik-topik yang di posting dalam Forum diskusi Alkitab. Setiap member FDA bisa memberikan kontribusi dengan memberikan komentar-komentar yang terbaik yang nantinya oleh pengurus akan di “mark” [HRC] kemudian di posting dalam web ini.


Babtisan yang mana yang benar? (Bagian 3)

Meers Malky Takadengan wrote:

Arti Kata Bahasa Yunani.

Biasanya kaum Baptis Selam, pertama-tama memakai Argumen bahwa Fakta kata Yunani “Baptizein” itu terutama berarti “Menenggelamkan”.

Sebenarnya ini hanya salah satu dari sekian byk alasan yg dianggap Sah..

Tidak ada Ahli yg menolak bahwa Arti Utama dari Baptizein tsb ad. “Menenggelamkan”..
Dari kesimpulan manapun termasuk dari para Ahli Kamus, Kita akan bisa mengerti apa yg diyakini oleh Kaum Baptis Selam atas arti Kata Baptizein.. yaitu “Meneggelamkan”.. (Ini jujur loh.. Pak..!!)

Tetapi mari Kita lanjutkan lagi, dgn sebuah pertanyaan.. adakah Arti yg lebih tepat lagi, dan digunakan pada Kata lain itu selain dari pengertian tersebut (Menenggelamkan)..??

Sama seperti Para Ahli dan Saya juga telah Jujur.. maka Pak Laurenson juga hrs mau Jujur.. ternyata ada Arti yg lain digunakan pada Kata “Baptizein” selain Menenggelamkan..

Mari Kita hanya melihat kpd Alkitab, sebab keputusan yg terakhir hrs berasal dari Alkitab Firman Allah yg ber Otoritas.. dan jika ada Pengertian dan penggunaan Alkitab yg lebih tepat dari Kata ini, maka Kita hrs mengutamakan dan secara khusus memperhatikan akan apa Maksud dari Arti tersebut..

Mari kita melihat satu atau dua hal yg menyatakan bahwa Ide Baptisan Selam itu ad. tidak mungkin..

Pertama dari Markus 7.

Dalam Mark 7 :4 dikatakan : “dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan (baptiswntai) dirinya.

Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpanya hal mencuci (baptismouV) cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga”.

Perhatikan baik-baik, dalam teks Yunani kata “membersihkan” menggunakan kata baptiswntai (baptisontai) sedangkan kata “mencuci” menggunakan kata baptismouV (baptismous).

Kata baptiswntai (baptisontai) adalah bentuk present indikatif pasif dari kata dasar Baptizw sedangkan kata baptismouV (baptismous) adalah bentuk akusatif dari kata baptismoV yang berasal dari kata dasar baptw (bapto) dari mana kata “baptis” berasal.

Jadi rupanya kata “Baptis” juga dapat berarti membersihkan atau mencuci.

Kedua dari Luk 11:38 .

“Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci (ebaptisqh) tangan-Nya sebelum makan”.

Kata ebaptisqh (ebaptisthe) yang dipergunakan di sini adalah bentuk aorist pasif dari kata dasar baptizw, dlm bagian ini berarti Mencuci.
“Mencuci (membaptis) tangan sebelum makan”.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan, maka seharusnya Yesus menenggelamkan tangan-Nya sebelum makan.

Jika saudara-saudara pemegang paham baptisan selam konsisten dengan pengertian mereka tentang kata “baptis” yakni menenggelamkan seluruhnya, maka seharusnya sebelum makan Yesus menenggelamkan seluruh tangannya. Saya kira ini adalah aktifitas yang tidak mungkin.

Ke tiga dari Matius 26:23.

“Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan (embayaV) tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.

Kata “mencelupkan” dalam ayat di atas menggunakan kata bahasa Yunani embayaV (embapsas) yakni bentuk nominatif partisif aorist aktif dari kata dasar embaptw (embapto) yang berarti mencelupkan ke dalam.

Jadi ayat ini seharusnya berbunyi : “Dia yang bersama-sama dengan Aku membaptis tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.Perhatikan baik-baik kalimat ini! Di sini dikatakan “membaptis tangan”. Jika arti kata “baptis” hanyalah ditenggelamkan atau diselamkan, itu berarti bahwa harus menenggelamkan seluruh tangan ke dalam pinggan (Bandingkan dengan penjelasan Luk 1 :38 di atas).

Bagaimana mungkin menenggelamkan seluruh tangan ke dalam sebuah pinggan.??

Ke Empat dari 1 Kor 10 :1-2.

“Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis (ebaptisqhsan) dalam awan dan dalam laut”.
Kata “dibaptis” dalam ayat ini menggunakan kata Yunani ebaptisqhsan (ebaptisthesan) yakni bentuk aorist indikatif pasif dari kata dasar baptizw (baptizo).

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa orang Israel dibaptis dalam awan dan dalam laut.. Awan dan laut yang dihubungkan dengan kehidupan orang Israel ini jelas menunjuk kepada dua peristiwa pada masa exodus (keluaran) di mana orang Israel dilindungi oleh Allah dengan tiang awan pada waktu siang hari (Kel 13:21-22; 14:19) dan juga pada saat mereka menyeberang laut Teberau (Kel 14:21-22).

Hal ini dijelaskan dalam ayat 1 dari I Kor 10. Perhatikan dengan seksama, perlindungan awan dan penyeberangan laut dilihat oleh Paulus sebagai sebuah baptisan.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan atau diselamkan, maka pertanyaan kita adalah kapankah orang Israel ditenggelamkan atau diselamkan ke dalam laut..??

Ke Lima dari Ibrani 9:10.

“Karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan (baptismoiV), hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan”.

Kata “pembasuhan” di sini menggunakan kata bahasa Yunani baptismoiV (baptismois) yang adalah bentuk datif dari kata baptismoV (baptismos) yang berarti pembersihan, pembaptisan atau pencucian.

Konteks ayat ini berbicara tentang ordinasi penyucian yang bersifat rohani dibandingkan dengan ordinasi penyucian yang bersifat duniawi dalam hal ini menunjuk kepada aktifitas dalam Kemah Suci orang Israel.

Sekali lagi di sana dikatakan “pelbagai macam pembaptisan”.
Jika kata “baptisan” hanya berarti penenggelaman atau penyelaman, maka biarkanlah kita bertanya : “Adakah upacara penyelaman atau penenggelaman dalam sistem ritualitas orang Israel di dalam Kemah Suci..??

Jelas tidak ada, bahkan lebih daripada itu aktifitas penyelaman atau penenggelaman adalah sesuatu yang sangat asing dalam upacara agama orang Israel.

Dari beberapa bagian Alkitab yg telah disampaikan diatas, Kita melihat bahwa Penenggelaman atau penyelaman bukanlah satu-satunya arti dari kata “Bapto, Baptizo, Baptizein”.

1). Beberapa ayat yang telah diteliti sebelumnya memperlihatkan bahwa kata “bapto” atau “baptizo” bisa berarti membersihkan, membasuh, mencuci, memercik, mengguyur, dll.

2) Kata “bapto” atau “baptizo” bukanlah satu-satunya kata yang dipakai untuk penenggelaman atau penyelaman.

Alkitab membuktikan bahwa ada banyak kata “tenggelam” yang tidak memakai kata “bapto” atau “baptizo” seperti dalam :

— Matius 18:6 yang memakai kata katapontisqh (katapontisthe),

— Ibrani 11:29 yang memakai kata katepoqhsan (kateponthesan).

Dengan melihat dua keunikan arti di atas, maka kita dapat katakan bahwa sebenarnya kata “bapto” (baptw) atau “baptizo” (baptizw) itu adalah sebuah kata yang umum yang terdiri dari beberapa kata kerja sama seperti nama Laurenson.. apakah nama Laurenson itu cuma tergolong satu-satunya milik Laurenson Kalengkongan..?? Kan masih banyak Laurenson yg lain..
He..he.. Peace V.

Ada satu Fakta lagi Pak.. berkenaan dgn arti kata Baptizein..

Jika memang kata ini berati “Menyelam” dan hanya itu saja, maka akan sangat tdk mungkin utk menjelaskan mengapa Para Ahli-ahli yg sedemikian Pandai pada Abad ke II, yg dapat berbicara dlm Bahasa Yunani dan Latin secara Fasih.. yg telah menerjemahkan Alkitab Bahasa Yunani ke dlm Bahasa Latin, diaman ke Dua Bahasa ini yakni Yunani dan Latin sudah menjadi Bahasa se hari-hari mereka.. tidak menerjemahkan kata Yunani “Baptizein” ke dlm Bahasa Latin yaitu “Immergere yg berarti Menyelam”..??

Faktanya, Ahli-ahli tersebut menerjemahkan tepat seperti Penerjemahan Kita saat ini yg tidak menyebut Selam tetapi hanya kata Baptis saja..

Tentunya Kita akan sangat sukar utk mencari bukti yg lebih meyakinkan dari Fakta bahwa Orang-orang Kristen Awal mengerti bahwa penggunaan kata “Baptizein” dlm Alkitab ad. sesuatu yg lain dari Pengertian “Menyelam atau Menenggelamkan”..

Di sinilah penggunaan Kata Baptizein dari Alkitab yg telah menarik perhatian Kita utk mendiskusikan dan jujur hrs mengakui itu semua..

Nantikan seri V.. tentang Baptisan yg dilakukan oleh Yohanes Pembaptis.

Maaf yah Pak Laurenson..!! dalam Tulisan ini, Saya tidak mencoba membenarkan diri apalagi mengajak Pak Laurenson utk Percaya pada Tulisan ini.. tetapi paling tidak ada masukan dan koreksi bagi Pemahaman Pak Laurenson yg diyakini selama ini..

“Baptisan Yohanes..”

Dalam Topik ini, menjadi Argumen yg kuat disandarai oleh para Penganut Baptisan Selam.. bahwa Yohanes Pembaptis mempraktekkan Baptisan Selam dan oleh karena itu Tuhan Yesus sendiri juga telah di Baptis dgn Cara Selam..

Maka dgn Bangganya para Penganut Baptisan Selam akan berkata :

“jd marilah kita mengikuti teladan Yesus..”

Benarkah demikian..??

Yah.. benar, Teladan yg berdasarkan Spekulasi yg dibangun hanya berdasarkan atas Teks dan Terminologi dari kata Baptizein itu sendiri yaitu Selam.. walaupun penggunaan kata Baptizein itu sendiri, Alkitab tdk hanya mengartikan pada satu Cara saja.. sebagaimana telah disampaikan pada Topik IV tentang “Arti dari Kata Bahasa Yunani..”

Mari Kita buktikan bahwa Yesus tdk di Baptis dgn Cara Selam sewaktu di Sungai Yordan..

Pertama-tama, katakanlah bahwa Kita tidak “Mengikuti Cara Tuhan Yesus di Baptis”..

Kita di Baptis bukan utk maksud yg sama seperti Tuhan Yesus di Baptis..
Baptisan-Nya ad. “Untuk menggenapi seluruh kehendak Allah” (Matius 3:15).

Baptisan yg Kita lakukan ad. Tanda dan Materai dari Pembasuhan Dosa oleh Baptisan Roh Kudus..

Tuhan Yesus tdk mempunyai Dosa yg harus dibasuh..

Jika memang Kita dpt memastikan & membuktikan bahwa Yohanes Pembaptis mem Baptis dgn Cara Selam.. maka ini tdk memberikan byk Bukti berkenaan dgn Pokok bahasan ini.. krn Baptisan Yohanes Pembaptis tdk lah memanifestasikan Baptisan Kristen..

Para murid dari Yohanes Pembaptis ternyata hrs di Baptiskan kembali ketika mereka menjadi Kristen.. (Kisah Para Rasul 19:1-12)
jadi disini Kita bisa mengerti bahwa Cara dari Baptisan Yohanes Pembaptis tdk lah menjadi sedemikian penting dan ber Otoritas dlm Baptisan Kristen..

“Berarti, Cara Baptisan Selam bukanlah Baptisan Kristen itu sendiri..”

Namun demikian, bagaimanapun ada baiknya Kita membuktikan bahwa Yohanes Pembaptis sebenarnya tdk melaksanakan Praktek Baptisan dgn Cara Selam..

Kita mulai dgn sebuah Pertanyaan..

Kebenaran apakah yg digenapi oleh Baptisan Kristen..??
Segala sesuatu yg Tuhan Allah inginkan tentunya ad. Kebenaran.

Anak Allah yg datang ke Dunia demi Penebusan Dosa Umat Manusia itu memiliki 3 (Tiga) macam Jabatan.. dimana Dia bukan saja sbg Raja yg mendirikan Pemerintahan-Nya, dan bukan juga hanya sbg seorang Nabi yg menyatakan Firman Allah, tetapi Dia juga ad. Imam yg memelihara Persembahan Korban bagi Dosa-dosa Manusia.

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan Allah telah menetapkan bahwa Imam-imam telah di khususkan utk suatu Cara yg khusus pada Usia yg khusus juga..
Orang Lewi ad. Suku Imamat (Bilangan 4:3,23,30 dan 35), bahwa usia 30 Tahun merupakan Usia dari peng Khususan dan penyucian bagi seorang Lewi utk tugas ke Imamannya.

Tuhan Yesus datang kpd Yohanes Pembaptis utk di Baptis pada Usia-Nya 30 Tahun..
kemudian dlm Bilangan 8:7, kita akan menemukan bahwa petunjuk selanjutnya dari Tuhan Allah kepada Nabi Musa berkenaan dgn peng Khususan Orang Lewi :

“Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya.” (Bil. 8:7)

Maka disini Kita tdk perlu meragukan lagi, ini merupakan Perintah yg benar dari Tuhan Allah dan Dia sendiri (Yesus Kristus) yg menggenapi Perintah-Nya sebagaimana Dia telah memerintahkan pada Nabi Musa pada Perjanjian Lama..
(“Tuhan itu tdk pernah berubah..”, slogan ini sering disampaikan oleh salah seorang Pendukung Baptisan Selam dlm Topik Diskusi ini He..he..)

Itu baru salah satu Bukti dari sekian banyak Bukti utk Kita Buktikan disini bahwa Yohanes Pembaptis yg juga ad. Anak dari seorang Imam dan Orang-orang Yahudi lainnya.. bahwa mereka semua tdk terbiasa dan asing dgn Cara SELAM dlm Upacara ke Agamaannya yg telah ditetapkan oleh Tuhan Allah.. sebab mereka telah terbiasa dgn Upacara Penyucian yg telah dilakukan sejak Zaman Nabi Musa yaitu “Percik”..

Kita dpt memperhatikan Bukti lain ketika Tuhan Yesus dan Murid-murid-Nya datang dekat Ainon di Salim, dimana Yohanes Pembaptis mem Baptis..
pertanyaan yg timbul ditengah-tengah Murid-murid Yohanes Pembaptis ketika mereka melihat Murid-murid Yesus mem Baptiskan Orang, berkenaan dgn Penyucian.. (yohanes 3:22-25) :

22) Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.

23) Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,

24) sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.

25) Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

Dari ayat-ayat Alkitab ini, Kita telah melihat bahwa hanya ada satu Ordinasi = Peraturan / Ketetapan dari Tuhan Allah tentang Penyucian.. sebagaimana di Catat dlm Kitab Bilangan 19:18

Jadi, Cara Baptisan Selam disini kelihatannya merupakan kegiatan yg sedemikian asing bagi Orang-orang ini.. “Tidak ada Bukti bahkan kemungkinan bahwa Yohanes Pembaptis mem-Baptis dgn Cara Selam.

Pada ayat 23 dari Injil Yohanes yg telah dikutip diatas, para Penganut Baptisan Selam memberikan pernyataan bahwa Yohanes mem-Baptis didekat Salim, ada kalimat yg berbunyi “Sebab disitu banyak Air”, ini menunjukkan indikasi tentang dilakukannya Ritual Baptisan Selam..

Sebenarnya itu tdk dimaksudkan demikian.. dlm Kata aslinya, bukan mengatakan “Banyak Air”, tetapi lebih tepat “Beberapa Air atau “Beberapa Mata Air”.. sebab jarang Orang akan menemukan sebuah Mata Air yg sedemikian besar utk melakukan Baptisan Selam..
sekalipun kalau memang ada, itu tetap tdk penting bagi Yohanes Pembaptis.. namun dgn banyaknya Mata Air, menjadi sangat penting utk menangani kebutuhan Fisik sedemikian byk Orang utk di Baptis.. “Seluruh Yerusalem, dan seluruh Yudea, dan daerah-daerah sekitar Yordan” datang kepadanya utk di Baptis.. dan diperkirakan lebih dari Ratusan Ribu Orang datang di Baptis dan semua pem-Baptisan ini terjadi dlm 1 1/2 Tahun..

Sama sekali lepas dari pembuktian Alkitab, sebab Akal Sehat akan menuntun Kita bahwa jumlah sedemikian banyak ad. “Di luar kemampuan seseorang utk mem-Baptis dgn Cara Selam”.. sebab itu berarti lebih dari Dua Ribu Baptisan Selam yg dilakukan oleh Yohanes Pembaptis setiap hari.. Ia akan menghabiskan seluruh hari setiap hari utk berdiri di dlm Air, utk waktu selama 1 1/2 Tahun..

Argumen yg lain dari para Penganut Baptisan Selam bahwa Yohanes Pembaptis mem-Baptis Yesus dgn Cara Selam.. didasrkan pada Teks Injil Matius 3:16
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,”

Kata “Keluar dari Air”.. membuktikan bahwa Yesus sebelumnya berada di dlm Air / Tenggelam.. benarkah demikian..??

Kita akan membuktikan bahwa “Tidak ada sesuatu dari Kata “Keluar dari Air” disini yg memberikan petunjuk pada Kita mengenai Cara Baptisan itu..

Alkitab hanya memberitahukan kpd Kita bahwa setelah Dia selesai di Baptis, keluar atau pergi dari Air itu - itu berarti, Yesus naik ke tepi sungai itu.
terlepas Ia di Baptis dgn Cara Percik atau bahkan Selam, dlm kenyataan tindakan Baptisan itu, penjelasan oleh perkataan “Keluar dari Air”, tidak melukiskan tindakan apapun yg merupakan bagian dari Upacara Baptisan itu.

Kata Yunani dlm Injil Matius 3:16 itu yg diterjemahkan sbg “Keluar dari Air” ad. kata “Apo”, yg biasa diterjemahkan “Dari”.. kata ini muncul pada ayat 7 di pasal yg sama dan diterjemahkan dgn Kata “Dari”..

Kata depan ini muncul sebanyak 109 kali dlm Injil Matius saja, dan 65 kali diterjemahkan sbg Kata “Dari”, dan hanya 10 kali diterjemahkan sbg Kata “Keluar Dari”

Dalam bagian lain pada Kitab Injil yg lain, yg tidak dapat diterjemahkan sebagai Kata “keluar Dari”..

Dalam sebagian kasus tersebut, tdk terdapat Indikasi adanya “Sesuatu yg Keluar atau berada dlm sesuatu”..

Dalam Injil Lukas 2:4 “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem…..”,
Apakah ada Orang yg mengira bahwa Yusuf telah Keluar Dari bawah Tanah Galilea..??

Dalam Injil Yohanes 11:5 “Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.”
Tentu saja, kalimat ini tdk berarti bahwa mereka keluar dari Dalam Tanah Negeri mereka sendiri dan pergi ke Yerusalem..
sama seperti Yesus meninggalkan Sungai Yordan setelah Dia di Baptis oleh Yohanes Pembaptis.

Dari ayat-ayat Alkitab yg disampaikan termasuk Ayat dlm Injil Matius 3:16 tersebut..

Sekalipun Yohanes Pembaptis dan mereka yg di Baptiskan itu hanya berada dipaling tepi dari Aliran Air Sungai itu, dan tidak pernah menyentuhkan Kaki mereka ke dlm Aliran Air Sungai itu, namun “Ekspresi dlm Bahasa Yunani ” yg diterjemahkan dgn kata “Keluar dar Air”, itu masih tetap bisa dipakai.. sebab berarti mereka telah menjahui pergi dari Aliran Air Sungai itu.

Maka jelas disini, tidak ada bukti apapun bahwa Yohanes Pembaptis telah melakukan Baptisan dgn Cara Selam, namun sebaliknya seluruh Bukti dlm Alkitab Perjanjian Lama yg dibandingkan dgn Perjanjian Baru memberikan Indikasi bahwa Baptisan yg dilakukan oleh Yohanes Pembaptis lebih mungkin dilakukan dgn Cara Baptis… bukan dgn Cara Baptis Selam.

“Baptisan Sida-sida Etopia”

Dalam topik ini, Kita akan membahas tentang.. Benarkah Para Rasul mem-Baptis dgn Cara Selam..??

Kasus lain yg diandalkan oleh Penganut Baptisan Selam utk mengokohkan ajarannya ad. Baptisan terhadap Sida-sida Etopia oleh Filipus dlm Kisah Para Rasul 8.

Dalam konteks itu, Sida-sida Etopia itu sedang membaca Kitab Perjanjian Lama ketika sedang dlm perjalanan pulang dan Filipus menemuinya.. Kitab yg dibaca oleh Sida-sida Etopia itu ad. Kitab Nabi Yesaya dan Filipus menawarkan dirinya utk memberikan penjelasan tentang Firman Tuhan itu kemudian menguraikan tentang Yesus Kristus kepadanya.

Hati dari Sida-sida itu kemudian terbuka utk Injil, dan ia berkata:
“Lihatlah, disitu ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”

Tanpa Kita ragukan lagi, bahwa Filipus tentunya sdh menjelaskan kepadanya tentang Natur dan pentingnya Ordinasi Baptisan itu.. dan penjelasan tentang siapa Orang yg dimaksud dlm Kitab Yesaya pada Sida-sida Etopia bahwa yg dimaksud ad. Yesus.. (Yesaya 52 : 13-15)

“demikianlah ia akan “Memercik” (Indonesianya : membuat tercengang) banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Penjelasan Filipus dari perikop ini, secara Logis diperkirakan menjadi penyebab kemudian Sida-sida Etopia itu minta utk di Baptis..

Seperti Kita ketahui bahwa mereka tiba di “Suatu tempat yg ada Air”.. tetapi tempatnya sendiri sebenarnya di Gurun yg jauh dari tempat yg banyak Air seperti Sungai..

“Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. (Kis. 8:26)

Dimana sangat tidak memungkinkan utk mem-Baptis Orang dgn Cara di Selam dan banyak kesaksian dari para Wisatawan yg pernah mengunjungi tempat itu yg berdasarkan Tradisi dipercaya sbg tempat Sida-sida Etopia itu di Baptis oleh Filipus..

Kita membaca bahwa Filipus menyetujui utk mem-Baptis Sida-sida Etopia itu dan “dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.” (Kis. 8:38)

Dalam ayat 38 ini dari Kitab Kisah Parah Rasul Pasal 8, Kita akan menganalisa secara baik-baik.. jika ada yg menekankan bahwa Sida-sida Etopia itu di Tenggelamkan atau di Selamkan melalui kata-kata ini :

- “dan keduanya turun ke dalam air,”

maka jelas Filipus juga di Selam atau di Tenggelamkan disitu sebab Kalimat selanjutnya berbunyi :

- “baik Filipus maupun sida-sida itu,”

Karena tepat kata-kata yg ditujukan terhadap Filipus juga berlaku utk Sida-sida Etopia itu..

Sebab pada kenyataannya “Tidak ada yg di Selam kedua-duanya baik yg di Baptis maupun yg mem-Baptis”..
tapi pada Faktanya Alkitab memberikan tekanan dgn mengatakan tidak lain bahwa mereka berdua sama-sama turun ke dalam Air..

Disana, sekalipun baik Filipus maupun Sida-sida Etopia itu sama sekali tdk membasahkan Kakinya, itu tdk akan memberikan pengaruh Ekspresi yg Identik digunakan dlm Injil Matius 17:27

“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Dalam Bahasa Yunani, kata depan yg dipakai sama..
Dan tdk ada seorangpun yg menganggap bahwa Tuhan sedang memerintahkan Petrus utk masuk ke dalam Danau dan sepenuhnya menenggelamkan dirinya.. tetapi Petrus hanya ke tepi Danau dan melemparkan Pancing disitu..

Pengungkapan kata “Dalam”.. yg sama dpt Kita jumpai dlm bagian-bagian lain di Kitab Perjanjian Baru, dimana Penyelaman itu tidak Masuk Akal..

Karena begitu banyak Penekanan yg dilakukan oleh Penganut Baptis Selam berkenaan kata depan “Ke Dalam dan ke Luar dari”, yg dikaitkan dgn Air.. sepertinya memberikan Indikasi tentang Cara Baptisan itu sendiri..

Berkenaan dgn hal tersebut maka Kita akan melakukan Analisa lebih dlm lagi dan menggunakan Bahasa Yunani dimana Kitab-kitab ini ditulis..

Mari Kita lihat “Kelemahan yg Argumentasi yg dibangun oleh Penganut Baptisan Selam”..

1. Soal kata depan “Eis”..

Haruslah Kita perhatikan bahwa penggunaan kata depan “Eis” dlm bahasa Yunani yg diterjemahkan “ke Dalam”.. dimana kata depan “Eis” ini muncul sebelas kali dlm Pasal-pasal di Kitab ini, dan dlm Ayat 38 ad. satu-satunya kasus dimana kata depan “Eis” ini harus diterjemahkan “ke Dalam”..

Satu lagi Fakta dlm Kitab lain dimana kata depan “Eis” ini tdk harus diterjemahkan dgn kata “ke Dalam”.. dapat Kita temukan dlm Injil Yohanes 20:4-5

4) “Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di = “Eis”.. kubur.

5) “Ia menjenguk ke dalam =”Eis”, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Disana Alkitab membuatnya menjadi jelas bahwa Yohanes “Menjeguk ke Dalam.. tetapi Ia tidak masuk ke Dalam..”

Jika demikian.. bagaimana Orang dapat Memaksakan dgn mengatakan bahwa Filipus dan Sida-sida Etopia itu harus masuk ke Dalam Air (Selam / di Tenggelamkan)..??

Kita harus bisa menunjukkan pada Penganut Baptisan Selam bahwa kata depan “Eis” ini, 530 kali digunakan dlm Kitab Perjanjian Baru yg diterjemahkan dgn “Ke” dan “Kepada”..

Pada saat itu Kita sdh menyatakan, sekalipun Kita menghargai bahwa kata depan “Eis” itu menunjuk bahwa Filipus dan Sida-sida Etopia itu “Turun ke Air”..
itu tetap tdk memberikan Jawaban apa-apa kepada Kita tentang Cara Baptisan.. krn Alkitab tidak menjelaskan kepada Kita secara Terang dan Jelas “Apa yg mereka lakukan setelah keduanya turun ke Air”..
Tetapi istilah itu digunakan hanya dlm Pengertian bahwa “Mereka sedang pergi ke Air”..

2. Soal kata depan “Eik”..

Kata depan “Eik” yg diterjemahkan “Keluar dari”..
ini makin tidak memberikan dukungan terhadap Teori dan Argumentasi yg dibangun soal Cara Selam oleh Penganut Baptisan Selam.

Kata depan “Eik” ini muncul sebanyak Enam Puluh Empat kali di sepanjang Kitab Kisah Para Rasul ini, dan hanya Lima kali yg diterjemahkan dgn kata “Keluar Dari”.. dan salah satunya ada dlm Kasus yg sedang dipelajari ini dan di sepanjang Kitab Perjanjian Baru, kata depan “Eik” ini diterjemahkan sebanyak 186 kali dgn kata “Dari”.

Kita akan memperhatikan beberapa bagian yg harus diterjemahkan dgn “Dari” dan yg tidak diterjemahkan dgn kata “Keluar Dari”..

— “Sebab dari = “Eik”.. buahnya pohon itu dikenal. (Mat. 12:33)
Dapatkah Kita mengerti bagian ini sebagai “Keluar dari Buahnya..??”

— “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari = “Eik”.. Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; (Yoh. 10:32)
Suli bagi Kita utk menterjemahkan dgn “Keluardari Bapa-Ku”..

— “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari = “Eik”.. bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” (Yoh. 12:32)
Kalimat ini juga sangat sulit utk diterjemahkan dgn “Keluar Dari Bumi”.. karena Ayat selanjutnya secara Jelas menunjukkan bahwa itu menunjukkan kepada meninggikan-Nya di Kayu Salib, jauh dari Bumi (Atas Tanah).. dan dalam Pengertian yg sama juga Filipus dan Sida-sida Etopia itu “Pergi menjauh dari Air..”

Maka jelas disini berkenaan dgn Latar Belakang Alkitab secara Teologis dan Geografis serta Analisa terhadap Kalimat dan dari Bahasa Yunani yg digunakan.. Baptisan terhadap Sida-sida Etopia yg dilakukan oleh Filipus tidak membuktikan tentang Cara “Baptisan Selam”..

Bahkan dgn Bukti yg ada, kenyataannya secara jelas bahwa Filipus mem-Baptis Sida-sida itu dgn Cara “Baptis……”



Arti Kata Bahasa Yunani.

Biasanya kaum Baptis Selam, pertama-tama memakai Argumen bahwa Fakta kata Yunani “Baptizein” itu terutama berarti “Menenggelamkan”.

Sebenarnya ini hanya salah satu dari sekian byk alasan yg dianggap Sah..

Tidak ada Ahli yg menolak bahwa Arti Utama dari Baptizein tsb ad. “Menenggelamkan”..
Dari kesimpulan manapun termasuk dari para Ahli Kamus, Kita akan bisa mengerti apa yg diyakini oleh Kaum Baptis Selam atas arti Kata Baptizein.. yaitu “Meneggelamkan”.. (Ini jujur loh.. Pak..!!)

Tetapi mari Kita lanjutkan lagi, dgn sebuah pertanyaan.. adakah Arti yg lebih tepat lagi, dan digunakan pada Kata lain itu selain dari pengertian tersebut (Menenggelamkan)..??

Sama seperti Para Ahli dan Saya juga telah Jujur.. maka Esther juga hrs mau Jujur.. ternyata ada Arti yg lain digunakan pada Kata “Baptizein” selain Menenggelamkan..

Mari Kita hanya melihat kpd Alkitab, sebab keputusan yg terakhir hrs berasal dari Alkitab Firman Allah yg ber Otoritas.. dan jika ada Pengertian dan penggunaan Alkitab yg lebih tepat dari Kata ini, maka Kita hrs mengutamakan dan secara khusus memperhatikan akan apa Maksud dari Arti tersebut..

Mari kita melihat satu atau dua hal yg menyatakan bahwa Ide Baptisan Selam itu ad. tidak mungkin..

Pertama dari Markus 7.

Dalam Mark 7 :4 dikatakan : “dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan (baptiswntai) dirinya.

Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpanya hal mencuci (baptismouV) cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga”.

Perhatikan baik-baik, dalam teks Yunani kata “membersihkan” menggunakan kata baptiswntai (baptisontai) sedangkan kata “mencuci” menggunakan kata baptismouV (baptismous).

Kata baptiswntai (baptisontai) adalah bentuk present indikatif pasif dari kata dasar Baptizw sedangkan kata baptismouV (baptismous) adalah bentuk akusatif dari kata baptismoV yang berasal dari kata dasar baptw (bapto) dari mana kata “baptis” berasal.

Jadi rupanya kata “Baptis” juga dapat berarti membersihkan atau mencuci.

Kedua dari Luk 11:38 .

“Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci (ebaptisqh) tangan-Nya sebelum makan”.

Kata ebaptisqh (ebaptisthe) yang dipergunakan di sini adalah bentuk aorist pasif dari kata dasar baptizw, dlm bagian ini berarti Mencuci.
“Mencuci (membaptis) tangan sebelum makan”.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan, maka seharusnya Yesus menenggelamkan tangan-Nya sebelum makan.

Jika saudara-saudara pemegang paham baptisan selam konsisten dengan pengertian mereka tentang kata “baptis” yakni menenggelamkan seluruhnya, maka seharusnya sebelum makan Yesus menenggelamkan seluruh tangannya. Saya kira ini adalah aktifitas yang tidak mungkin.

Ke tiga dari Matius 26:23.

“Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan (embayaV) tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.

Kata “mencelupkan” dalam ayat di atas menggunakan kata bahasa Yunani embayaV (embapsas) yakni bentuk nominatif partisif aorist aktif dari kata dasar embaptw (embapto) yang berarti mencelupkan ke dalam.

Jadi ayat ini seharusnya berbunyi : “Dia yang bersama-sama dengan Aku membaptis tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.Perhatikan baik-baik kalimat ini! Di sini dikatakan “membaptis tangan”. Jika arti kata “baptis” hanyalah ditenggelamkan atau diselamkan, itu berarti bahwa harus menenggelamkan seluruh tangan ke dalam pinggan (Bandingkan dengan penjelasan Luk 1 :38 di atas).

Bagaimana mungkin menenggelamkan seluruh tangan ke dalam sebuah pinggan.??

Ke Empat dari 1 Kor 10 :1-2.

“Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis (ebaptisqhsan) dalam awan dan dalam laut”.
Kata “dibaptis” dalam ayat ini menggunakan kata Yunani ebaptisqhsan (ebaptisthesan) yakni bentuk aorist indikatif pasif dari kata dasar baptizw (baptizo).

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa orang Israel dibaptis dalam awan dan dalam laut.. Awan dan laut yang dihubungkan dengan kehidupan orang Israel ini jelas menunjuk kepada dua peristiwa pada masa exodus (keluaran) di mana orang Israel dilindungi oleh Allah dengan tiang awan pada waktu siang hari (Kel 13:21-22; 14:19) dan juga pada saat mereka menyeberang laut Teberau (Kel 14:21-22).

Hal ini dijelaskan dalam ayat 1 dari I Kor 10. Perhatikan dengan seksama, perlindungan awan dan penyeberangan laut dilihat oleh Paulus sebagai sebuah baptisan.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan atau diselamkan, maka pertanyaan kita adalah kapankah orang Israel ditenggelamkan atau diselamkan ke dalam laut..??

Ke Lima dari Ibrani 9:10.

“Karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan (baptismoiV), hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan”.

Kata “pembasuhan” di sini menggunakan kata bahasa Yunani baptismoiV (baptismois) yang adalah bentuk datif dari kata baptismoV (baptismos) yang berarti pembersihan, pembaptisan atau pencucian.

Konteks ayat ini berbicara tentang ordinasi penyucian yang bersifat rohani dibandingkan dengan ordinasi penyucian yang bersifat duniawi dalam hal ini menunjuk kepada aktifitas dalam Kemah Suci orang Israel.

Sekali lagi di sana dikatakan “pelbagai macam pembaptisan”.
Jika kata “baptisan” hanya berarti penenggelaman atau penyelaman, maka biarkanlah kita bertanya : “Adakah upacara penyelaman atau penenggelaman dalam sistem ritualitas orang Israel di dalam Kemah Suci..??

Jelas tidak ada, bahkan lebih daripada itu aktifitas penyelaman atau penenggelaman adalah sesuatu yang sangat asing dalam upacara agama orang Israel.

Dari beberapa bagian Alkitab yg telah disampaikan diatas, Kita melihat bahwa Penenggelaman atau penyelaman bukanlah satu-satunya arti dari kata “Bapto, Baptizo, Baptizein”.

1). Beberapa ayat yang telah diteliti sebelumnya memperlihatkan bahwa kata “bapto” atau “baptizo” bisa berarti membersihkan, membasuh, mencuci, memercik, mengguyur, dll.

2) Kata “bapto” atau “baptizo” bukanlah satu-satunya kata yang dipakai untuk penenggelaman atau penyelaman.

Alkitab membuktikan bahwa ada banyak kata “tenggelam” yang tidak memakai kata “bapto” atau “baptizo” seperti dalam :

— Matius 18:6 yang memakai kata katapontisqh (katapontisthe),

— Ibrani 11:29 yang memakai kata katepoqhsan (kateponthesan).

“Baptisan lainnya dalam Kitab Perjanjian Baru”

Mari kita akan melihat Baptisan-baptisan lainnya dlm Kitab Perjanjian Baru, utk melihat bukti-bukti apa yg akan dinyatakan pada Kita berkenan dgn Cara Baptisan..


1. Baptisan Paulus :

“Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis” (Kisah Para Rasul 9: 18)

Paulus sama sekali Buta dan tdk makan selama tiga hari, sampai ketika Ananias berkata “Bangunlah dan beri dirimu di Baptis”..

Baptisan Paulus ini oleh Ananias ad. satu-satunya kasus yg menunjukkan persiapan Fisik yg mendahului Baptisan, dan Baptisan itu tdk lain adalah “Bangun”..

Tidak ada satu petunjuk bahwa Paulus hrs mengganti Baju, atau Paulus hrs keluar bersama Ananias mencari atau berada di sebuah Kolam atau Sungai.. tetapi dlm konteks itu, mereka berdua berada di dlm Rumah.. dan setelah Paulus di Baptis, Ia lalu makan di dlm rumah Ananias kemudian tenaganya pulih kembali.


2. Baptisan Kornelius :

47) Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?

48) Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Pada Ayat 47, sangat jelas sekali bunyi kalimatnya “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air”..
disana tdk dikatakan “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan Cara Selam..??” ngak ada kan..

Pada Ayat 48, Dalam Kisah Baptisan Kornelius ini, kita melihat bahwa Rasul Petrus mem-Baptis mereka di dalam Rumah.. apakah mungkin ada Baptisan Selam terjadi disitu..??

Dalam Baptisan Kornelius ini, jelas menunjuk pada Baptisan Roh Kudus..

“44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.”

sebab Rasul Petrus hrs mempertanggung jawabkan atas Baptisan yg dilaksanakannya pada Orang Kafir.. dan teringatlah Rasul Petrus akan “Baptisan dari Roh Kudus”..

Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. (Kis. 11:16)


3. Baptisan Kepala Penjara Filipi..

Dalam Baptisan yg dilakukan pada Kepala Penjara Filipi, disini Kita akan mengejutkan bahwa sangat sulit sekali utk diterima secara “Logis”.. bahwa disana terjadi Baptisan Selam..

Seluruh kejadian dari Pertobatan Kepala Penjara ini dan seluruh keluarganya terjadi pada suatu “Tengah Malam”.. di dalam Penjara, sebab Faktanya bahwa mereka tdk meninggalkan Penjara sebelum Pejabat-pejabat Kota itu sendiri datang dan membawa mereka keluar..

Dugaan bahwa Rasul Paulus dapat secara bebas berjalan keluar dan kembali dari Sungai ditengah malam, membuat Rasul Paulus berada dlm sikap Munafik hanya krn utk melakukan suatu Cara Baptisan yg didasarkan pada Pra Anggapan sebagian Orang yg hidup 2000 Tahun kemudian.

Setiap Orang yg khususnya hidup sekian ratus Tahun dari kejadian ini, mengatakan bahwa di dlm lingkungan Penjara Kuno tersebut ada sebuah Kolam utk bisa melakukan Baptisan dgn Cara Selam.. itu adalah merupakan “Dugaan yg Fantastis”.. demi mendukung suatu Imajinasi.

Kaitannya dgn beberapa Baptisan yg ditulis oleh Alkitab, Kita menjumpai bahwa disana tdk ada satupun petunjuk yg Logis berkenaan dgn Cara Baptisan Selam..

Hipotesa-hipotesa yg dibangun oleh Para Selamis.. dilawan dgn sendirinya oleh pernyataan Alkitab maupun secara Logika Akal dan Situasi yg di lukiskan..

Saudara-saudara Kita dari Penganut Baptis Selam, yg menekankan pada satu Cara Baptisan saja.. dgn yakinnya mereka mengatakan bahwa tidak ada satu Orang Percaya pun dikatakan “Taat pada Kristus atau Sah berada di dlm Persekutuan Umat Allah / Gereja jika mereka belum di Baptis dgn Cara Selam”..

Model seperti ini :
Mereka bukan saja tidak berdasar secara Alkitabiah, tetapi juga menyebabkan suatu Perlawanan terhadap “Kepala Gereja yaitu Kristus” sendiri dgn memperkenalkan suatu “Sikap Memecah belah dan sifat ke Dagingan ke dlm Persekutuan Orang Tebusan”..

Akhirnya mereka sendiri tdk Konsisten dgn suatu Cara yg dikatakan Alkitab akibat terlalu menekankan hanya pada satu Cara saja yaitu Cara Baptis..

Ini salah satu contoh ketidak Konsistenan mereka terhadap Alkitab itu :

Tidak satupun Gereja Penganut Baptisan Selam, yg Jemaatnya menerima “Perjamuan Kudus”.. berada dgn Posisi bersandar disekeliling Meja, seperti Kepastian Sejarah atas Fakta yg hampir pasti bisa dibuktikan.. sebagaimana Cara Para Rasul pada waktu melaksanakan “Perjamuan Kudus” dimana tentunya Roti yg dipakai ad. Roti tidak beragi..

Kini tanpa bersungut-sungut dan Protes, beratus ratus Hamba Tuhan dari Penganut Baptisan Selam di dlm membagikan Roti Perjamuan kepada Jemaat dgn Cara tidak teratur.. ada yg duduk dan ada yg berdiri.. paling Parah lagi ada yg berebutan Roti Perjamuan itu krn sebelumnya Roti Perjamuan itu telah di Iklankan sekian kali bahwa “Roti Perjamuan” itu mengandung Kasiat Penyembuhan.. tentunya bukan Roti tidak beragi tetapi Roti beragi yg ada Mereknya..

Kita lihat betapa tdk Konsistennya mereka dgn Doktrin Baptisan yg mereka bangun.. andai saja bisa dibuktikan (Dan ternyata Kita telah mem Buktikan bahwa tdk ada Bukti yg meyakinkan di dlm Alkitab bahwa Baptisan dgn Cara Selam itu telah dilakukan pada Zaman Yesus dan Para Rasul.. selain bukti yg hanya berdasarkan Teks.. secara penggal-penggal dan Terminologi dari Baptisan itu dimana Alkitab dlm Bahasa Yunani menggunakan juga pada lain Cara selain Cara Selam tersebut dan juga Bukti dari Literatur Sekuler Yunani yg dikutip dan ditulis dlm Buku Rev. Benny Hin).

Satu lagi ketidak Konsistenan mereka soal Cara..
Adakah Ayat-ayat dlm Alkitab.. yg memperbolehkan para Perempuan / Wanita ikut dalam “Perjamuan Kudus”..??
Ternyata Para Penganut Baptisan Selam, memperbolehkan para Perempuan / Wanita ikut ambil bagian dlm “Perjamuan Kudus”..

Seri VIII tentang,

“Argumentasi Teologis di Kuburkan dalam Baptisan”.

Dalam Alkitab ada dua bagian Ayat dimana Para Penganut Baptis Selam yg tepat dimana mereka membangun Doktrin mereka bahwa “Baptisan Selam” bagi Orang percaya merupakan Lambang dari kesatuan Mereka dgn Kematian, Penguburan, dan Kebangkitan Kristus..

Sesungguhnya jika kedua bagian Ayat ini dapat dibuktikan menunjuk kepada Baptisan Air, mungkin mereka akan mempunyai Dasar yg kuat dimana para Penganut Baptis Selam boleh memegang Cara yg diyakini Mereka..
Kedua bagian Ayat itu ad. Roma 6:3-4 dan Kolose 2:12..

Roma 6:3
3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Roma 6:4
4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Dan dalam bagian kedua, kita temukan Ide yg hampir identik yaitu di :

Kolose 2:12
12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Dalam dua bagian Kitab ini, Kita akan melihat dimana para Penganut Baptisan Selam dgn yakin bisa memastikan bahwa ayat-ayat ini menyatakan tentang Cara Baptisan Air dan di Selam kan, dan mengajarkan tentang “Kelahiran Baru”..
Bagi mereka yg belum di Baptis dgn Cara Selam, mereka itu sama dengan belum “Lahir Baru dan di Selamatkan”..!!

Benarkah demikian..??

Alkitab secara melimpah dan jelas mengajarkan kepada Kita bahwa Keselamatan itu hanya melalui Kasih Karunia dan Anugerah semata dari Tuhan Allah,dan tidak ada Andil dari manusia.. oleh sebab itu maka semua itu harus utuh diterima melalui Iman..

Keselamatan Jiwa Orang Percaya secara Mutlak hanya di dasarkan pada Karya Yesus Kristus, tanpa ada “Pekerjaan Rohani” apapun dari Pihak Manusia / Orang Percaya..

Tetapi bagaimanapun, cukup adil jika Kita menunjukkan bahwa bagian ayat dari Kitab Roma dan Kolose ini secara tepat menjelaskan tentang “Baptisan Air”.. tanpa mengajarkan tentang “Lahir Baru” kembali..

Kata depan “Eis” dalam bahasa Yunani sangat tepat diartikan “Bagi Kematian Kristus”..

Maka Kita di Baptis bagi “Kematian Kristus”, seperti Kita memakai Seragam atau Tanda Pengenal yg untuknya menjadi Lambang yg terlihat secara luas sebagai sesuatu yg Kelihatan.

Tetapi Pemikiran seperti ini sangat berkaitan dgn Pengajaran bahwa “Baptisan adalah Tanda Materai”..

Materai adalah Tanda nyata yg mengesahkan sebuah Dokumen atau Surat, alias Sah nya suatu Dokumen atau Surat harus ada Tanda Materai..

Penafsiran seperti ini sangat tidak sekali disukai oleh para Penganut Baptisan Selam berkenan pemberian Tanda Materai.. karena pengertian seperti ini, sama sekali tidak berkaitan dgn Cara Baptisan Selam..

Kembali pada..
Jika Kita percaya bahwa “Keselamatan itu hanya melalui Kasih Karunia dan Anugerah semata dari Tuhan Allah, tidak ada Andil dari manusia.. maka semua itu harus utuh diterima melalui Iman..”

Kecuali ada Orang Kristen yg menolak dan mengatakan bahwa Keselamatan itu bukan karena Kasih Karunia dan Anugerah semata dari Tuhan Allah yg diterima melalui Iman..

Jika tidak ada yg menolak..
(Mungkin Para Penganut Selam yg mau menolak..??) He..he..

Maka jelas disini bagi Kami, bahwa bagian -bagian ayat ini (Roma 6:3-4 dan Kolose 2:12), tidak menunjuk kepada Baptisan Air.. apalagi Baptisan Air dgn Cara di Selam.. tetapi lebih kepada “Baptisan Roh Kudus”..

Karena seperti perkataan Rasul Paulus dlm 1 Kor. 12:13 :

“Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”

Baptisan dari Roh Kudus ini secara tegas merupakan kelanjutan langsung dari “Kelahiran Kembali”, seperti apa yg dikatakan oleh Rasul Paulus dlm (Roma 8:9b) :

“Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”

Seluruh kekuatan dari “Argumen Rasul Paulus” di dalam Kitab Roma:6 ini, bersangkutan dgn jawaban terhadap keberatan yg ditimbulkan oleh mereka yg menolak utk mengakui Keselamatan seluruhnya ad. karena Kasih Karunia dan Anugerah semata dari Tuhan Allah yg diterima melalui Iman..

Tetapi disini Rasul Paulus menyajikan Kebenaran kepada Kita bahwa ketika seorang Percaya di Baptis oleh Roh Kudus ke dalam Kristus, Fakta itu juga mencakup Baptisan ke dlm Kematian Kristus, itu berarti Orang Percaya tersebut telah mati bagi Dosa, seperti juga Kristus, dan di Bangkitkan di dlm Hidup yg Baru, seperti juga Kristus telah di Bangkitkan dlm Kemenangan Kebangkitan-Nya..

Argumentasi di sini sama sekali tdk bersangkut paut dgn Baptisan Air atau lebih tegas disini, tidak bersangkut paut dgn Cara Baptisan..

Tetapi Rasul Paulus hanya ingin menunjukkan kepada Kita tentang “Salah satu Hal yg Benar”.. karena Seorang Percaya yg telah di Baptis melalui Roh Kudus telah mengambil bagian dlm Tubuh Yesus Kristus lewat Kematian-Nya.

Ada Tiga gambaran Perkataan digunakan di dlm bagian-bagian Ayat ini utk menunjukkan :
- Kesatuan antara Kristus dgn Orang Percaya..
- Di Tanam bersama-sama..
- Di Salibkan dengan..

Ketika ke Tiga ungkapan ini digunakan oleh Rasul Paulus utk mengajarkan kepada Kita tentang “Kebenaran yg sama”.. dan tentu di sini, tdk ada Kebebasan bagi siapa pun (termasuk Penganut Baptisan Selam) utk menekankan bahwa Ayat-ayat ini mengajarkan tentang “Cara Baptisan”..

Sebab Penguburan Kita bersama Kristus tidak lagi mengajarkan kepada Kita tentang Cara Baptisan melebihi Cara Penyaliban Kita bersama Kristus.

Tetapi ini semua menunjukkan bahwa semua hal yg lain juga secara sepadan adalah Benar bagi setiap Orang Percaya sebagai akibat dari “Baptisan Roh Kudus”..

Mari Kita lihat salah satu contohnya dalam Kitab Galatia 3:27 :
“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

Kata “mengenakan Kristus” di (Gal. 3:27 itu), sama dgn Ungkapan seperti Penguburan dan Kebangkitan Kristus di dlm (Roma 6:3-4 dan Kolose 2:12).
Maka ayat dari Galatia 3:27 ini, akan menjadi bahan perdebatan bagi Kita terhadap Penganut Baptis Selam.. bahwa cuma “Cara Baptisan Selam”.. itulah yg paling Alkitabiah.. padahal tidaklah demikian..

Kita harus bisa mengerti bahwa krn Kita telah di Baptiskan ke dlm Yesus Kristus melalui Roh Kudus (Yang memang ad. Pekerjaan Roh Kudus.. tentang Baptisan itu yg di Lambangkan secara Ritual oleh Baptisan Air), maka Kita diingatkan bahwa Kita telah “mengenakan Kristus” dan juga bahwa Kita telah di Identifikasikan dengan-Nya di dlm Kematian, Penguburan dan Kebangkitan-Nya.. yg berarti, Kita telah berada di dlm Dia yg adalah “Kebenaran Allah”.. (2 Kor. 5:21).

Keberatan lainnya, meskipun dpt timbul dari Pemikiran Baptisan Selam ke dlm Air menyatakan Identifikasi Orang Percaya dgn Penguburan dan Kebangkitan Kristus, tetapi..

Ada Makna yg tidak boleh diabaikan oleh para Penganut Baptisan Selam, bahwa Fakta “Tubuh Kristus”.. tidak di Kuburkan secara = Seorang Menyelamkan Tubuhnya ke dlm Air dan Gerakan Keluar Tubuhnya itu dari Air sebagai Lambang yg Benar dari Penguburan-Nya.

Tuhan Yesus tdk di Kuburkan dlm Tanah, melainkan Tubuh-Nya diletakkan di dlm sebuah Kuburan yg di Gali dari Dinding Batu Karang.. bukan dari galian Tanah.. (Itulah Cara Orang Yahudi menguburkan Mayat.. mereka tdk di Kubur dlm Tanah) tetapi Tubuh Juru Selamat Kita itu diletakkan diatas sebuah Batu diatas Tanah.. dan sama sekali tdk bersentuhan dgn Tanah itu.. alias sama dgn Kita meletakkan sebuah Barang di atas Meja kemudian Kita tutup Pintunya..

Pelayanan Baptisan Selam akan sangat sulit mengaitkan akan Makna dan Lambang yg tepat tentang Cara Baptis Selam dikaitkan dgn Cara Tuhan Yesus di Kubur tersebut..

Penggunaan Ungkapan yg diterjemahkan sebagai “Di Kuburkan bersama Kristus di dlm Baptisan”.. itu bukan dimaksud oleh Rasul Paulus mengenai sebuah Cara Baptisan.. tetapi Rasul Paulus hanya bermaksud utk memaparkan Fakta kepada Kita bahwa :
“Di Baptis ke dlm Kematian Kristus, berarti Kita manusia menyatakan perlu Mati dan meninggalkan Dosa-dosa Kita sejauhnya”..

Sebab Kata Yunani “Thato”, yg diterjemahkan dgn di Kuburkan, sebenarnya tdk ada hubungan apa pun dgn sebuah Cara : “Pelaksanaan Penguburan atau Cara Pengaturan Jenazah”..

Tetapi banyak dari Penganut Baptisan Selam mengatakan bahwa Penebusan Kristus terjadi di dlm Kubur.. tetapi mereka salah, sebab sebenarnya Penebusan Kristus sdh diselesaikan seluruhnya di atas Kayu Salib yg jauh dari Tanah.. bukan di dlm Kubur.

Jadi tentang Kitab Roma 6:3-4 dan Kolose 2:12.. menurut Rasul Paulus.. ayat-ayat tersebut tidak bisa dikaitkan dgn suatu Cara Baptisan, tetapi bagaimana Rasul Paulus menjelaskan secara Rohani atas Kematian Kristus yg dihubungkan dgn Baptisan Orang Percaya..!! bahwa mereka
“Di Baptis ke dlm Kematian Kristus, berarti Kita manusia menyatakan perlu Mati dan meninggalkan Dosa-dosa Kita sejauhnya”..

(Bagaimana bisa yah.. Rasul Paulus sedangkan menerangkan sesuatu Baptisan itu dgn maksud Rohani.. tetapi ada Orang-orang yg kemudian mengaitkan maksud dari Rasul Paulus ini berkenan dgn suatu “Cara Baptisan dan Baptisan Air”..??)
Spekulasi lagi.. spekulasi lagi.. and maksa banget..!!


Masih berkenaan dgn Cara Baptisan dalam Alkitab,

Banyak Penganut Baptisan Selam mencoba utk menghindar dan mengabaikan Baptisan yg dimaksud dlm 1 Kor. 10:1-2..:

1) “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.”

2) “Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Jelas Orang Israel melintasi Laut Teberau yg terbelah itu tdk berjalan di Dalam Air.. tetapi berjalan di atas Tanah.. dan justru Tentara Mesir lah yg di Tenggelamkan.. (Bandingkan dgn Kitab Keluaran 14:16).
Perhatikan juga Kitab 1 Petrus 3:20-21..;

20) yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

21) Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan—maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah—oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Bagian dari Ayat-ayat ini baik dari 1 Kor. 10:1-2 maupun Kitab 1 Petrus 3:20-21, disitu sama sekali tidak mendukung Pandangan dari Penganut Baptisan Selam.. bahwa disitu telah terjadi Baptisan dgn Cara di Selam..

Dari penjelasan-penjelasan di atas soal “Argumentasi Teologis di Kuburkan dlm Baptisan”,..

Saya pribadi bukan bermaksud utk melemparkan balasan.. justru sebaliknya,
Saya Pribadi sangat menghargai “Kesungguhan Iman” para Penganut Baptis Selam termasuk Pak Laurenson, Sdri. Esther Medellu.. dan Frend Frans.. melakukan ini tidak lain karena Teriakan-teriakan dan Komentar-komentar bahwa Baptisan Selam ad. satu-satunya Cara Baptisan yg Sah dan paling benar..

Tetapi Saya sebaliknya juga telah membuktikan bahwa Fakta berbicara, hampir seluruhnya yg diklaim berkenaan dgn Cara Baptisan “Selam” itu, ternyata seluruhnya berlawanan baik Makna, Teologis, maupun Lambang.. dan tentang Cara nya juga, dengan apa yg ada di dlm Alkitab.

Lebih serius lagi dari Argumentasi tentang Arti Kata dan Penerjemahan yg tepat dari setiap bagian Ayat, Penekanan Kaum Baptis Selam baik tentang Makna dari Ordinasi = Ketetapan tentang Baptisan maupun keuntungan dari mengikuti, seluruhnya tergantung dari Cara bagaimana Baptisan itu dilaksanakan.. sehingga melebihi dari “Makna Rohani” yang dimaksud..
Maka :
“Berkat Tuhan Allah itu hanya tergantung kepada banyaknya Air yg digunakan dan Cara Pelaksanaannya”.. (Kasian yah.. Tuhan Allah itu..!!)

Bukankah ini adalah bentuk dan salah satu Tanda ke Dagingan yg bercirikan Keinginan utk memberikan Penekanan yg lebih kepada Bentuk / Cara dari Upacara Baptisan itu dari pada Hal yg Rohani sebagaimana yg diinginkan dan dimaksud oleh Alkitab..??

Tuntutan yg berlebihan terhadap ke Absahan Ordinasi Baptisan yg tergantung dari “Cara Pelaksanaannya”..dan Dorongan yg Keras bahwa Baptisan itu hanya punya Satu Cara dan tertutup bahkan menolak dan menghakimi terhadap Cara Baptisan yg lain.. bukankah ini ad. suatu Dorongan yg Besar utk menjadi Sesat..??

Arti Kata Bahasa Yunani.

Biasanya kaum Baptis Selam, pertama-tama memakai Argumen bahwa Fakta kata Yunani “Baptizein” itu terutama berarti “Menenggelamkan”.

Sebenarnya ini hanya salah satu dari sekian byk alasan yg dianggap Sah..

Tidak ada Ahli yg menolak bahwa Arti Utama dari Baptizein tsb ad. “Menenggelamkan”..
Dari kesimpulan manapun termasuk dari para Ahli Kamus, Kita akan bisa mengerti apa yg diyakini oleh Kaum Baptis Selam atas arti Kata Baptizein.. yaitu “Meneggelamkan”.. (Ini jujur loh.. Pak..!!)

Tetapi mari Kita lanjutkan lagi, dgn sebuah pertanyaan.. adakah Arti yg lebih tepat lagi, dan digunakan pada Kata lain itu selain dari pengertian tersebut (Menenggelamkan)..??

Sama seperti Para Ahli dan Saya juga telah Jujur.. maka Esther juga hrs mau Jujur.. ternyata ada Arti yg lain digunakan pada Kata “Baptizein” selain Menenggelamkan..

Mari Kita hanya melihat kpd Alkitab, sebab keputusan yg terakhir hrs berasal dari Alkitab Firman Allah yg ber Otoritas.. dan jika ada Pengertian dan penggunaan Alkitab yg lebih tepat dari Kata ini, maka Kita hrs mengutamakan dan secara khusus memperhatikan akan apa Maksud dari Arti tersebut..

Mari kita melihat satu atau dua hal yg menyatakan bahwa Ide Baptisan Selam itu ad. tidak mungkin..

Pertama dari Markus 7.

Dalam Mark 7 :4 dikatakan : “dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan (baptiswntai) dirinya.

Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpanya hal mencuci (baptismouV) cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga”.

Perhatikan baik-baik, dalam teks Yunani kata “membersihkan” menggunakan kata baptiswntai (baptisontai) sedangkan kata “mencuci” menggunakan kata baptismouV (baptismous).

Kata baptiswntai (baptisontai) adalah bentuk present indikatif pasif dari kata dasar Baptizw sedangkan kata baptismouV (baptismous) adalah bentuk akusatif dari kata baptismoV yang berasal dari kata dasar baptw (bapto) dari mana kata “baptis” berasal.

Jadi rupanya kata “Baptis” juga dapat berarti membersihkan atau mencuci.

Kedua dari Luk 11:38 .

“Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci (ebaptisqh) tangan-Nya sebelum makan”.

Kata ebaptisqh (ebaptisthe) yang dipergunakan di sini adalah bentuk aorist pasif dari kata dasar baptizw, dlm bagian ini berarti Mencuci.
“Mencuci (membaptis) tangan sebelum makan”.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan, maka seharusnya Yesus menenggelamkan tangan-Nya sebelum makan.

Jika saudara-saudara pemegang paham baptisan selam konsisten dengan pengertian mereka tentang kata “baptis” yakni menenggelamkan seluruhnya, maka seharusnya sebelum makan Yesus menenggelamkan seluruh tangannya. Saya kira ini adalah aktifitas yang tidak mungkin.

Ke tiga dari Matius 26:23.

“Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan (embayaV) tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.

Kata “mencelupkan” dalam ayat di atas menggunakan kata bahasa Yunani embayaV (embapsas) yakni bentuk nominatif partisif aorist aktif dari kata dasar embaptw (embapto) yang berarti mencelupkan ke dalam.

Jadi ayat ini seharusnya berbunyi : “Dia yang bersama-sama dengan Aku membaptis tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.Perhatikan baik-baik kalimat ini! Di sini dikatakan “membaptis tangan”. Jika arti kata “baptis” hanyalah ditenggelamkan atau diselamkan, itu berarti bahwa harus menenggelamkan seluruh tangan ke dalam pinggan (Bandingkan dengan penjelasan Luk 1 :38 di atas).

Bagaimana mungkin menenggelamkan seluruh tangan ke dalam sebuah pinggan.??

Ke Empat dari 1 Kor 10 :1-2.

“Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis (ebaptisqhsan) dalam awan dan dalam laut”.
Kata “dibaptis” dalam ayat ini menggunakan kata Yunani ebaptisqhsan (ebaptisthesan) yakni bentuk aorist indikatif pasif dari kata dasar baptizw (baptizo).

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa orang Israel dibaptis dalam awan dan dalam laut.. Awan dan laut yang dihubungkan dengan kehidupan orang Israel ini jelas menunjuk kepada dua peristiwa pada masa exodus (keluaran) di mana orang Israel dilindungi oleh Allah dengan tiang awan pada waktu siang hari (Kel 13:21-22; 14:19) dan juga pada saat mereka menyeberang laut Teberau (Kel 14:21-22).

Hal ini dijelaskan dalam ayat 1 dari I Kor 10. Perhatikan dengan seksama, perlindungan awan dan penyeberangan laut dilihat oleh Paulus sebagai sebuah baptisan.

Jika kata “baptis” hanya berarti ditenggelamkan atau diselamkan, maka pertanyaan kita adalah kapankah orang Israel ditenggelamkan atau diselamkan ke dalam laut..??

Ke Lima dari Ibrani 9:10.

“Karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan (baptismoiV), hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan”.

Kata “pembasuhan” di sini menggunakan kata bahasa Yunani baptismoiV (baptismois) yang adalah bentuk datif dari kata baptismoV (baptismos) yang berarti pembersihan, pembaptisan atau pencucian.

Konteks ayat ini berbicara tentang ordinasi penyucian yang bersifat rohani dibandingkan dengan ordinasi penyucian yang bersifat duniawi dalam hal ini menunjuk kepada aktifitas dalam Kemah Suci orang Israel.

Sekali lagi di sana dikatakan “pelbagai macam pembaptisan”.
Jika kata “baptisan” hanya berarti penenggelaman atau penyelaman, maka biarkanlah kita bertanya : “Adakah upacara penyelaman atau penenggelaman dalam sistem ritualitas orang Israel di dalam Kemah Suci..??

Jelas tidak ada, bahkan lebih daripada itu aktifitas penyelaman atau penenggelaman adalah sesuatu yang sangat asing dalam upacara agama orang Israel.

Dari beberapa bagian Alkitab yg telah disampaikan diatas, Kita melihat bahwa Penenggelaman atau penyelaman bukanlah satu-satunya arti dari kata “Bapto, Baptizo, Baptizein”.

1). Beberapa ayat yang telah diteliti sebelumnya memperlihatkan bahwa kata “bapto” atau “baptizo” bisa berarti membersihkan, membasuh, mencuci, memercik, mengguyur, dll.

2) Kata “bapto” atau “baptizo” bukanlah satu-satunya kata yang dipakai untuk penenggelaman atau penyelaman.

Alkitab membuktikan bahwa ada banyak kata “tenggelam” yang tidak memakai kata “bapto” atau “baptizo” seperti dalam :

— Matius 18:6 yang memakai kata katapontisqh (katapontisthe),

— Ibrani 11:29 yang memakai kata katepoqhsan (kateponthesan).



Dave Tielung wrote

Saya rasa semuanya sebenarnya memiliki paham yang sama soal baptisan, mungkin ada sediki perbedaan ketika di tanya soal caranya bagaimana.


Saya bertanya dalam posting yang terdahulu Apakah ketika Yohanes pembaptis membaptis, ia menggunakan nama Bapa anak dan Roh Kudus? Jawabannya adalah tidak! mengapa? Karena baptisan yang dilakukan oleh Yohanes berbeda tujuannya dengan baptisan yang kemudian diadopsi dari apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis oleh orang gereja Kristen yang pertama.

Perlu kita ingat bahwa Yohanes pembaptis tidak betul2 mengerti bahkan tidak tau bahwa Yesus akan mati dan disalibkan. Menurut buku Injil Yohanes Pembaptis masih ragu akan status mesias Yesus dengan mengutus murid2nya untuk bertanya “Apakah Engkau itu dia, atau kami harus menunggu yang lain?? Sehingga Yesus harus mengkonfirmasi dengan merujuk kepada fenomena2 dasyat yang Ia lakukan melaui mujizat

Sebagai seorang Esenes yang memiliki paham Apokaliptik yang kuat, Yohanes pembaptis mengharapakan seorang tokoh Mesias yang populer di kenal di kalangan orang Yahudi pada saat itu sebagai seorang tokoh Raja spt Daud atau tokoh ilahi spt “Anak manusia” (Dlm buku Daniel) yang akan menghentikan semua pemerintahan yang jahat yang menjajah umat2 Tuhan dan mendirikan suatu kerajaan yang baru dimana hanya orang2 benar saja yang tingga (Paham Apokaliptik). Itulah sebabnya ia berkata “Bertobatlah kamu karena kerajaan surga sudah dekat!

pertanyaan: Apakah Yohanes pembaptis tau bahwa Yesus akan mati di kayu salib? jawabannya adalah tidak!. Apakah Yohanes pembaptis tau bahwa mesias harus mati dengan demikian manusia ditebus dari dosanya? Jawabannya adalah tidak! Alasan di atas sebenarnya cukup jelas

Kemudian. Mengapa penulis injil Markus, Matius, Lukas dan Yohanes menuliskan tentang baptisan Yesus. Jawabannya sederhana karena ke empat penulis ini ingin membuktikan kepada pembaca mereka saat itu, bahwa, peristiwa baptisan Yesus oleh Yohanes adalah suatu pengukuhan kepada Yesus yang telah di urapi (Mesias = yang di urapi) sebagaimana seorang nabi mengurapi seorang raja.

Mengapa harus dibuktikan?? karena status Yesus( pada saat buku-buku injil itu ditulis sekitar 30-60 Thn sesudah Yesus mati) sebagai mesias sangatlah sulit di jelaskan dari buku Perjanjian Lama sekalipun. Karena tidak ada nubuatan dalam PL dan tulisan2 apokaliptik lainnya, bahwa Mesias harus mati dan sebagai korban penebus dosa. Hanya ada nubuatan ttg Hamba Tuhan yang menderita Yesaya 53 dan Mazmur 22 .Nubuatan tersebut tidak menyebutkan sama skali Mesias. Melalui peristiwa baptisan Yohanes terhadap Yesus, penulis injil kemudian menggunakanl cerita itu, lalu “menyuntikan” theologi mereka, sehingga cerita baptisan Yesus, bagi para pembaca buku injil yang mula2, adalah sebagai suatu bukti bahwa memanglah betul Yesus itu adalah mesias.

Tidak heran sekitar 85 tahun, sesudah peristiwa baptisan, bahkan sesudah Yesus mati, penulis Injil Yohanes menambahkan (dengan sengaja) frase kalimat dalam (Yohanes 1:29): “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.


Kesimpulan:

1. Baptisan Yohanes secara original berbeda dengan baptisan orang2 Kristen  Yang mula2
2. Tujuan Baptisan Yohanes pada saat itu adalah untuk mengantisipasi kerajaan surga atau pemerintahan surgawi, yang segera akan datang pada saat itu (Sesuai paham apokaliptik), sehingga semua orang harus disucikan dan di bersikan, pertama oleh pembaptisan.
3. Tujuan Baptisan gereja Kristen mula-mula adalah sebagai lambang dari kematian dan kebangkitan Yesus, yang mana Yohanes pembaptis tidak pernah mengerti bahwa hal ini akan terjadi.
4. Gereja mula2 kemudian mengadopsi akan ritual Baptisan dan di beri makna baru sebagaimana gereja mula2 juga mengadopsi ritual paskah yahudi yang kemudian di beri makna yang baru di dalam Kristus

Back to topik menu